Mengenal Apa Itu GMV dan Cara Perhitungannya

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membawa masyarakat kini semakin dekat dengan dunia digital. Dari bidang bisnis, semakin banyak startup bermunculan dan dikembangkan oleh anak muda berprestasi. Bagi para pendiri startup, penting sekali untuk memahami apa itu GMV. GMV ini dianggap menjadi salah satu poin penting yang akan membantu pendiri startup berkembang lebih jauh lagi.

Read More

Mengenal GMV Lebih Dekat

Sebelum memulai dan mengembangkan sebuah bisnis startup, memang sangat penting untuk memahami berbagai istilah di dalamnya. Salah satunya adalah GMV ini yang memiliki banyak peran di dunia startup. Berikut adalah beberapa poin penting yang harus dipahami mengenai GMV:

1. Pengertian

GMV adalah kependekan dari Gross Merchandise Value. GMV ini merupakan matriks yang digunakan untuk mengkategorikan valuasi dari sebuah perusahaan. Bisa dipahami pula bahwa GMV adalah hasil akumulasi jumlah pembelian yang sudah dilakukan pengguna melalui sebuah aplikasi maupun website.

Dalam proses pengembangan startup, GMV kerap dijadikan sebagai sebuah acuan atau tolok ukur untuk memantau perkembangan startup tersebut. Biasanya data GMV akan berhubungan erat dengan pertumbuhan jumlah pengguna aktif sebuah bisnis startup. Hanya saja memang GMV ini bukan jenis matriks yang dapat dipakai untuk menentukan besar pendapatan sebuah bisnis startup.

GMV akan didapatkan dari hasil perhitungan sebelum dilakukan pemotongan biaya atau pengeluaran apapun dari sebuah perusahaan. GMV seringkali digunakan sebagai matriks untuk menghitung penghasilan kotor. Nantinya GMV akan menjadi sebuah acuan penting dalam menilai kemajuan sebuah bisnis.

2. Cara Menghitung

Sebenarnya ada beberapa rumus atau cara yang bisa diterapkan dalam perhitungan GMV ini. Anda bisa memilih cara yang dirasa paling mudah atau simple. Salah satunya dengan menggunakan rumus perhitungan retailer. Nilai GMV didapatkan dari hasil perkalian harga jual yang berlaku dengan jumlah barang yang berhasil dijual.

Sebagai contoh, ada retailer menjual 10 produk dengan harga per produk adalah Rp2.000.000,00. Maka bisa dikatakan bahwa GMV yang diperoleh adalah Rp20.000.000,00. Tentunya ini hanya contoh sederhana dan bisa saja jauh lebih rumit seiring dengan aspek perhitungan yang dilibatkan.

3. Kelebihan GMV

Setelah tahu apa itu GMV dan seperti apa cara perhitungannya maka perlu diketahui juga apa saja kelebihan juga kekurangan matriks ini. Kelebihan GMV adalah bisa mengetahui berapa banyak jumlah produk atau barang yang sudah berhasil dijual. Selain itu lebih mudah juga bagi pendiri startup untuk mengetahui berapa banyak jumlah pendapatan yang diperoleh.

4. Kekurangan GMV

Selain punya sisi lebih, GMV ini juga punya kekurangan. Kekurangan dari GMV adalah tidak bisa memberikan hasil analisis yang detail. GMV itu sendiri sebenarnya tidak bisa memberikan nilai real dari barang yang sudah dijual. Nilai keuntungan yang didapat juga tidak sepenuhnya milik startup tersebut karena ada banyak faktor yang terlibat di dalamnya.

Angka yang diperoleh dari hasil perhitungan GMV bukanlah sepenuhnya pendapatan bersih dari sebuah perusahaan startup. GMV ini hanya hitungan kasar dan menunjukkan hasil pendapatan kotor. Nantinya masih ada biaya-biaya lain seperti promosi, gaji karyawan, dan faktor lain yang tidak dilibatkan dalam perhitungan GMV.

Kini Anda sudah mengetahui apa itu GMV, seperti apa cara perhitungannya, dan apa kelebihan maupun kekurangan dari GMV. Penting sekali untuk mempelajari GMV meskipun matriks ini memang tidak sepenuhnya akurat sebagai bahan analisis. Namun bagaimanapun juga GMV bisa memberi gambaran besar terkait penilaian kemajuan atau perkembangan sebuah bisnis.

Sumber:

https://djavasoft.com/kamus/definisi/g/gross-merchandise-value

https://glints.com/id/lowongan/gmv-adalah/#.YlgiPehBxhE

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.