Geliat Bisnis UMKM di Tengah Krisis Pandemi Covid-19

  • Whatsapp

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41% dengan jumlah pelaku hampir mencapai 60 juta pada tahun 2019.

Read More

Maka tak diragukan lagi bahwa sektor bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. Kini, di tengah pandemi Covid-19 daya tahan sektor yang menyerap jutaan tenaga kerja ini seakan diuji. Meski demikian, pemerintah baik pusat maupun daerah terus memberikan stimulus-stimulus kepada pelaku UKM agar tetap berjalan.

Melihat kondisi perekonomian yang tak menentu arah, beberapa pakar ekonom berpendapat bahwa pelaku UKM tetap masih bisa survive meski adanya pandemi Covid-19. Asalkan melakukan kegiatan yang tepat dan memiliki tim yang kuat.

Mengutip bisnis.com Tony Tardjo selaku Head of Small Medium Enterprise Bank CIMB Niaga mengatakan, hal yang sebaiknya dilakukan para pelaku UKM di saat pandemi Covid-19 adalah:

  • Pertama, tidak perlu panik dan terus waspada untuk menjaga kesehatan dan keamanan diri kita, karyawan, dan para pelanggan. Dengan ketenangan diri, kita dapat lebih siap dengan pola pikir yang sehat untuk membuat rencana yang diperlukan agar dapat bertahan.
  • Kedua, think positive dan percaya bahwa dalam setiap krisis pasti ada opportunity yang bisa kita ambil. Contohnya, sektor healthcare, telekomunikasi, basic consumer goods hingga alat-alat olahraga dan kesehatan. Siapa sangka bisnis sepeda justru melonjak dan mendapat permintaan tinggi dari masyarakat? Para pelaku UKM sejatinya harus sigap dan agile dalam mengambil setiap opportunity yang ada di tengah keterbatasan. Pada saat yang sama, perbankan juga memanfaatkan momentum pandemi untuk mengubah cara bekerja dan mendorong percepatan digitalisasi.
  • Ketiga, hal ini sangat berkaitan dengan strategi adaptasi dan sesuaikan model bisnis dengan kondisi saat ini. Apabila dulunya kita memiliki usaha dan kini mengalami penurunan penghasilan yang signifikan, harus pandai membaca situasi untuk memutar bisnis agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Menurut saya, sektor yang saat ini tak kalah menarik untuk digarap adalah pertanian.

Sektor pangan di Indonesia memiliki masa depan yang menjanjikan. Hal ini juga didukung meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi berbagai produk pangan yang sehat dan higienis. Ini tentunya menjadi peluang bisnis yang layak dicoba.

Tak hanya itu, sebagai pelaku bisnis pelaku UKM juga harus aware dan memahami berbagai program yang ditawarkan pemerintah agar dapat dimanfaatkan dengan tepat guna. Sudah banyak inisiatif pemerintah untuk membantu sektor UKM dalam kondisi saat ini. Salah satunya melalui pemberian relaksasi atau restrukturisasi kredit bagi debitur terdampak pandemi.

Senada dengan Tony Tardjo, mengutip www.investor.id, Wishnutama Kusubandio selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyampaikan UMKM perlu menjadikan pandemi Covid-19 sebagai momentum untuk mengakselerasi penggunaan teknologi digital dalam bisnis, khususnya optimalisasi pemasaran digital melalui platform ecommerce Indonesia. Wishnutama juga membeberkan sejumlah tantangan UMKM sektor kreatif di tengah pandemi Covid-19 berkaitan dengan urusan logistik, pengurusan dokumen dengan biaya yang tinggi dan pendapatan yang menurun.

Sobat, meski pelaku UKM bisa dikatakan sangat terkena dampak pandemi Covid-19, Sobat bisa loh membantu para pelaku UKM untuk mengembangkan bisnisnya. Caranya dengan memberikan pinjaman di Amartha. Amartha merupakan Financial Technology (Fintech) P2P lending umkm yang menyalurkan pinjaman modal usaha kepada pelaku UKM di seluruh Indonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *